Jumpa Leicester City, The Red Devils Tanpa Paul Pogba

Jumpa Leicester City, The Red Devils Tanpa Paul Pogba The Red Devils akan menghadapi Leicester City pada laga pekan kelima Premier League, di Old Trafford, Sabtu (14/9/2019). Melakoni duel ini, Manchester United dipastikan tanpa Paul Pogba.

“Pogba tidak akan fit kecuali dia pulih secara ajaib dalam semalam. Dia belum siap untuk 100 persen menjalani latihan,” jelas manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.

Gelandang Timnas Prancis itu masih dalam tahap pemulihan cedera pergelangan kaki. Cedera itu didapatkan Pogba ketika The Red Devils bermain 1-1 kontra Southampton di St. Mary’s Stadium, 31 Agustus lalu.

Akibat cedera tersebut, Paul Pogba tak masuk dalam skuat Timnas Prancis pada laga Grup H kualifikasi Piala Eropa 2020 kontra Albania (8/9/2019) dan melawan Andorra (10/9/2019).

Selain Paul Pogba, Manchester United juga terancam tak bisa memainkan sejumlah pilar penting lainnya yang masih belum fit. Tercatat ada empat nama yang diragukan untuk tampil, yakni Anthony Martial (cedera), Luke Shaw (cedera), Aaron Wan-Bissaka (cedera), dan Jesse Lingard (sakit).

The Red Devils Kurang Meyakinkan

The Red Devils Kurang Meyakinkan Manchester United meraih hasil yang kurang meyakinkan dalam empat laga pembuka di Premier League musim ini. Mereka hanya meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan satu kekalahan dari empat pertandingan tersebut.

Torehan itu membuat Manchester United tertahan di peringkat delapan klasemen sementara Premier League dengan nilai lima. Mereka tertinggal tiga poin dari Leicester City yang menghuni posisi ketiga.

Leicester City Bisa Jadi Batu Sandungan Red Devils

Leicester City Bisa Jadi Batu Sandungan Red Devils Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui duel kontra Leicester City, Sabtu (14/9/2019), tidak akan berjalan mudah. Bahkan, Leicester bisa menjadi batu sandungan untuk MU.

The Red Devils akan menjamu The Foxes di Old Trafford pada laga pekan kelima Premier League. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Manchester United diunggulkan memetik kemenangan.

Meski begitu, Leicester City bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan. Pasalnya, klub asuhan Brendan Rodgers tersebut sedang dalam kondisi onfire pada awal musim ini.

Mereka meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang dari empat pertandingan pembuka di Premier league. Torehan itu membuat Leicester City berada di posisi tiga klasemen sementara Premier League dengan nilai delapan, unggul tiga poin atas MU di posisi delapan.

“Leicester selalu menjadi laga yang sulit. Mereka adalah klub yang ingin menembus empat besar saya yakin. Kami ingin mendapatkan hasil yang kami rasa layak didapatkan,” lanjut Solskjaer.

“Kami sedang memasuki masa sibuk saat ini, kami tidak ingin berada di belakang Tottenham, Chelsea atau Arsenal,” papar legenda Manchester United itu.

Manchester United Miliki Tren Bagus Terhadap Leicester City

Miliki Tren Bagus Terhadap Leicester City Duel melawan Leicester City diprediksi tidak akan berjalan mudah untuk Manchester United. Namun, MU memiliki tren bagus ketika bersua Leicester.

Dari 10 pertemuan terakhir melawan The Foxes, The Red Devils belum pernah menelan kekalahan, dengan perincian tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang.

“Saya tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang Leicester. Saya melihat mereka sebagai tim yang bagus. Tetapi Manchester United adalah klub terbesar dan terbaik di dunia. Saya yakin mereka ingin masuk ke empat besar seperti kami,” ujar Solskjaer.

Prediksi Manchester United Vs Leicester City

Prediksi Manchester United Vs Leicester CityPrediksi, Manchester United akan menjamu Leicester City di Old Trafford pada pekan ke-5 Premier League 2019/20, Sabtu (14/9/2019). Pertandingan ini akan ditayangkan di TVRI, dengan kick-off pukul 21:00 WIB.

Leicester City saat ini bukan lawan yang mudah bagi Manchester United yang performanya tengah merosot belakangan ini. Situasi makin kompleks, Red Devils justru terancam tanpa beberapa pemain pilarnya menyongsong laga ini.

Anak-anak asuh Ole Gunnar Solskjaer baru mengumpulkan lima poin dari empat laga di Premier League musim ini. Sementara itu, Leicester sudah mengumpulkan delapan poin.

Sebelum jeda internasional kemarin, United cuma bisa imbang 1-1 di kandang Southampton. Satu gol Setan Merah dicetak oleh Daniel James. Itu adalah gol ke-3 James untuk MU di liga musim ini.

Hasil berbeda diraih Leicester. Pasukan Brendan Rodgers menang 3-1 menjamu Bournemouth melalui dua gol Jamie Vardy dan satu Youri Tielemans. Vardy sudah mengemas tiga gol serta satu assist di Premier League musim ini, dan dialah ancaman terbesar buat MU dalam laga nanti.

Manchester United menginginkan hasil terbaik demi segera kembali ke trek yang benar, terutama sebelum turun di Liga Europa.

Namun, Jesse Lingard (sakit), Paul Pogba (cedera engkel), dan Aaron Wan-Bissaka (cedera punggung) kondisinya diragukan.

Tanpa kekuatan penuh mereka, rasanya Manchester United akan sulit meraih kemenangan saat berjumpa Leicester City.

Statistik dan Susunan Pemain Prediksi

http://purpleflowersaz.com/wp-cron.php?doing_wp_cron=1549236007.8180189132690429687500 Statistik dan Susunan Pemain Prakiraan Susunan Pemain

buy prednisone online for dogs Manchester United (4-2-3-1): De Gea; Young, Maguire, Lindelof, Wan-Bissaka; McTominay, Pogba; Rashford, Mata, James; Greenwood

Manajer: Ole Gunnar Solskjaer

Leicester (4-5-1): Schmeichel; Chilwell, Soyuncu, Evans, Pereira; Maddison, Choudhury, Ndidi, Tielemans, Albrighton; Vardy

Manajer: Brendan Rodgers

Head-to-Head (Premier League)

Pertemuan: 26
Manchester United menang: 17
Gol Manchester United: 57
Imbang: 7
Leicester menang: 2
Gol Leicester: 22

Rekor 5 Pertemuan Terakhir

03-02-2019 Leicester 0-1 MU (EPL)
11-08-2018 MU 2-1 Leicester (EPL)
24-12-2017 Leicester 2-2 MU (EPL)
26-08-2017 MU 2-0 Leicester (EPL)
05-02-2017 Leicester 0-3 MU (EPL)

4 Kombinasi Lini Tengah Arsenal yang Menakutkan

4 Kombinasi Lini Tengah Arsenal yang Menakutkan  Arsenal sedang mengalami permasalahan di lini depan dalam mengawali musim baru Premier League. Saat ini, Unai Emery sedang mencari-cari komposisi terbaik di Lini Tengah Arsenal untuk meraih tiga poin setiap pekannya.

Granit Xhaka, Matteo Guendouzi, dan Lucas Torreira merupakan gelandang Arsenal yang memiliki rekor statistik cukup baik ketika bermain.

Unai Emery kerap menggunakan kombinasi ketiga pemain tersebut untuk mengontrol lini tengah Arsenal dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Emery masih mencari-cari kombinasi terbaik untuk menjalani kompetisi yang begitu ketat.

Lini Tengah Guendouzi, Torreira, dan Ceballos

Guendouzi, Torreira, dan Ceballos Matteo Guendouzi menjadi salah satu pemain terpenting bagi lini tengah Arsenal. Sejak didatangkan dari Lorient, pemain berusia 20 tahun tersebut mampu menunjukkan konsistensi dalam permainannya. Gelandang asal Prancis tersebut memiliki potensi menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia jika terus berkembang setiap pekannya.

Sejak kedatangannya dari Sampdoria, Lucas Torreira mampu memikat hati publik Stadion Emirates. Pemain berusia 23 tahun tersebut memiliki agresivitas yang tinggi serta kegigihkan ketika bermain. Gelandang asal Uruguay tersebut memiliki akurasi umpan yang cukup baik, tetapi harus dikembangkan lagi.

Dani Ceballos telah memperlihatkan beberapa kemampuan terbaiknya sejak dipinjamkan ke Arsenal. Arsenal pernah memiliki gelandang asal Spanyol seperti Cesc Fabregas dan Santi Carzola. Ceballos diharapkan mampu memperlihatkan permainan terbaiknya sama seperti yang pernah diperlihatkan pendahulunya.

Kombinasi ketiga pemain tersebut merupakan opsi terbaik yang dapat diterapkan Unai Emery dalam mengarungi ketatnya kompetisi di Premier League. Emery dapat menepatkan Guendouzi dan Torreira sebagai gelandang jangkar The Gunners dan menaruh Ceballos di posisi pemain nomor 10.

Lini Tengah Torreira, Ceballos, dan Ozil

Lini Tengah Torreira, Ceballos, dan OzilSejak kedatangan Mesut Ozil dari Real Madrid, Gooners memiliki harapan besar terhadapnya. Ozil dapat berkreasi dalam membangun serangan. Akurasi umpan yang dimiliki Ozil tidak perlu dipertanyakan lagi. Kehadiran Unai Emery ke Arsenal membuat pemain asal Jerman itu jarang mendapatkan tempat di lini tengah Arsenal.

Emery tampaknya ragu terhadap kemampuan Ozil. Pemain yang telah pensiun dari timnas Jerman tersebut masih dihantui tragedi yang menimpanya sebelum musim ini bergulir. Ozil juga tidak terlalu aktif dalam membantu pertahanan Arsenal.

Akan tetapi, patut dicoba pada beberapa kesempatan bertanding untuk menunjukan bahwa Ozil masih menjadi salah satu pemain top di dunia.

Dalam formasi ini, Emery dapat menepatkan Ozil sebagai gelandang serang dan dibantu oleh Torreira dan Ceballos dibelakangnya. Ketiga pemain ini mampu meningkatkan kreativitas Arsenal dalam mengarungi musim yang ketat ini.

Namun, komposisi ini terlalu menyerang sehingga membuat sisi pertahanan Arsenal agak goyah. Sebaiknya komposisi ini dimainkan ketika bermain di kandang sendiri atau saat menghadapi tim-tim yang tidak terlalu kuat.

Lini Tengah Xhaka, Torreira, dan Ozil

Lini Tengah Xhaka, Torreira, dan OzilGranit Xhaka adalah salah satu pemain yang berbahaya bagi lini tengah Arsenal. Pemain asal Swiss ini kerap melakukan kesalahan. Xhaka kerap melakukan pelanggaran yang tidak penting. Gooners pasti tidak akan lupa akan pelanggaran yang dilakukan Xhaka ketika berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Pelanggaran tersebut membuahkan penalti untuk Spurs dan Hary Kane mampu menceploskan bola ke dalam gawang.

Andai Xhaka tidak melakukan pelanggaran tersebut, kemungkinan The Gunners meraih tiga poin akan semakin besar. Selain itu, kontribusi pemain berusia 26 tahun tersebut minim.

Kombinasi ini terbilang sangat beresiko untuk di pakai Emery di laga-laga penting. Namun, jika Emery ingin mendominasi lini tengah Arsenal, kombinasi ini dapat dipakai.

Willock, Guendouzi, dan Ceballos

Willock, Guendouzi, dan CeballosJoe Willock merupakan pemain muda yang menjanjikan. Pemain asal Inggris ini mampu beroperasi di posisi nomor 8 dan 10. Willock memiliki energi, kesegaran, kedinamisan, dan memiliki etos kerja yang tinggi. Emery dapat memaksimalkan kemampuan dribbling pemain berusia 20 tahun tesebut.

Dalam menjalani Liga Eropa, Emery perlu merotasi skuatnya. Hal ini penting untuk menjaga kebugaran semua pemain.

Dalam kombinasi ini, Guendouzi dapat ditempatkan di posisi nomor 10. Guendouzi dapat dimainkan juga sebagai gelandang bertahan dengan menepatkan Ceballos di posisi sebelah kiri dan Willock di posisi sebelah kanan. Kombinasi ini tepat digunakan saat Arsenal mengarungi Liga Eropa, Piala FA, dan Piala Liga. (Tegar Juel)

3 Pemain Anyar Mampu Menggebrak Premier League

3 Pemain Anyar Mampu Menggebrak Kerasnya Persaingan Premier League Bursa transfer musim panas jadi momen untuk memboyong para Pemain Anyar bagi klub-klub Premier League. Tujuannya jelas untuk meningkatkan kekuatan tim dalam menghadapi musim baru.

Di Liga Inggris, Manchester City menjadi klub terboros dalam bursa transfer musim panas tahun ini. City mengeluarkan 168 juta euro untuk membeli pemain-pemain seperti Rodri dan Joao Cancelo.

Sang tetangga, Manchester United juga tidak mau kalah. Setan Merah membeli tiga pemain baru, dengan Harry Maguire sebagai yang termahal karena harganya mencapai 87 juta euro.

Para pemain baru tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi tim dalam persaingan klasemen Premier League. Apalagi mereka sudah dibeli dengan harga mahal.

Sejumlah pemain mampu membayar kepercayaan di klub baru mereka. Hal ini berarti sang pemain merupakan pembelian sukses klub tersebut. Simak daftar 3 rekrutan Pemain Anyar Premier League yang bersinar sejauh ini, seperti dilansir Mad About EPL.

Daniel James ( Pemain Anyar Manchester United)

Daniel James ( Pemain Anyar Manchester United)Manchester United membeli tiga pemain pada musim panas – Harry Maguire, Aaron Wan-Bissaka, dan Daniel James. Meski Maguire dan Wan-Bissaka sudah dikenal dan didatangkan untuk meningkatkan pertahanan Setan Merah, James adalah pemain yang tidak dikenal oleh sebagian besar penggemar Premier League saat bermain di Championship untuk Swansea City.

Pemain sayap Wales yang berusia 21 tahun itu sudah mengejutkan banyak orang dengan permainan dan golnya. Ia mencetak tiga gol dari empat pertandingan di Premier League untuk United.

Sepertinya bermain untuk klub besar seperti Manchester United tidak mempengaruhinya sedikit pun. Dia adalah salah satu pemain United yang paling menarik saat ini dan juga pemain penting di lini serang klub.

Sebastian Haller ( Pemain Anyar West Ham)

Sebastian Haller ( Pemain Anyar West Ham)Selama musim panas, West Ham United menjual atau melepas beberapa striker mereka. The Hammers kehilangan empat striker di tim utama mereka seperti Javier Hernandez, Marko Arnautovic, Lucas Perez dan Andy Carroll.

Klub London belanja besar di bursa transfer musim panas. Mereka merekrut Sebastien Haller dengan harga 45 juta pounds dan biaya sebsar itu memecahkan rekor transfer klub.

Penyerang Perancis itu mencetak dua gol saat melawan Watford, dan kemudian mencetak satu gol lagi dalam kemenangan Hammers atas Norwich City di kandang.

Striker berusia 25 tahun itu sangat bagus di udara, setelah memenangkan rata-rata 5,7 duel udara pada musim ini. Haller rata-rata juta melepas 3 tembakan ke gawang sejauh ini.

Rodri (Manchester City)

Rodri (Manchester City) Manchester City merekrut gelandang bertahan asal Spanyol Rodri setelah mengaktifkan klausul pelepasan sang pemain senilai 70 juta euro.

Pemain berusia 23 tahun itu, yang disebut-sebut sebagai penerus Fernandinho di City, sudah menjadi starter 3 kali dari 4 pertandingan di Premier League musim ini dan sudah beradaptasi dengan sangat cepat di tim asuhan Josep Guardiola.

Gelandang Spanyol itu memiliki persentase operan 94% dan rata-rata membuat 58,8 operan per pertandingan. Gelandang bertahan itu menjadi pelindung yang bagus untuk barisan pertahanan, dengan rata-rata melakukan 3 tekel per pertandingan.

Jadwal Lengkap Pekan ke-3 Liga Italia Serie A

Jadwal Lengkap Pekan ke-3 Liga Italia Serie APada awal musim ini Liga Italia Serie A, Inter Milan menjadi magnet bagi publik pecinta sepak bola di dunia. Kedatangan Antonio Conte, keberhasilan mendatangkan Romelu Lukaku, meningkatkan permainan Lautaro Martinez sampai kehadiran Alexis Sanchez, membuat Inter Milan semakin menarik.

Tak heran jika setiap pekan, para penggemar Liga Italia Serie A menunggu aksi Inter Milan. Oleh karena itu, tontonan di pentas Serie A semakin berwarna, setelah tak selalu didominasi Juventus dengan Cristiano Ronaldo-nya.

Hal itu tak hanya di lapangan, melainkan juga hasil pertandingan. Kini, kebangkitan Inter Milan sudah terlihat ketika mereka berada di posisi teratas klasemen sementara Serie A 2019-2020. Mereka berada di atas Juventus berkat keunggulan selisih gol.

Pada akhir pekan ini, Inter Milan akan mendapat lawan tak ringan; Udinese. Walhasil, tim asal Friuli tersebut akan menjadi ujian bagus bagi kapabilitas Stefano Sensi, Matías Vecino, Marcelo Brozovic, Kwadwo Asamoah, Antonio Candreva, Lautaro Martínez sampai Romelu Lukaku

Liga Italia Serie A Adangan untuk Juventus

Liga Italia Serie A Adangan untuk JuventusTantangan bagi Inter Milan semakin besar, karena sebagian armada baru pulang dari membela timnas masing-masing di pentas Kualifikasi Euro 2020 dan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pada giornata 3, laga tradisional bakal tersaji saat Fiorentina menjamu Juventus. Pertandingan klasik ini akan menjadi patron perjalanan pekan-pekan berikutnya. Tuan rumah mengincar kemenangan agar bisa meninggalkan posisi ke-16 di klasemen sementara.

Jadwal Lengkap

Jadwal Lengkap Liga Italia Serie ASementara itu, Juventus ingin mengintip peluang melewati Inter Milan. Berikut ini jadwal lengkap giornata 3 Liga Italia Serie A 2019-2020:

Sabtu, 14 September 2019:

Fiorentina Vs Juventus

Napoli Vs Sampdoria

Inter Milan Vs Udinese

Minggu, 15 September 2019:

Genoa Vs Atalanta

Brescia Vs Bologna

Parma Vs Cagliari

SPAL Vs Lazio

AS Roma Vs Sassuolo

Verona Vs AC Milan

Senin, 16 September 2019:

Torino Vs Lecce

Virgil Van Dijk : Bertekad Sapu Bersih Kemenangan

Virgil Van Dijk: Bertekad Sapu Bersih Kemenangan Bek Liverpool, Virgil van Dijk, menegaskan timnya bertekad untuk terus meraih kemenangan pada musim ini. Meski begitu, Van Dijk mengakui jika mendulang tiga poin di setiap laga bukan perkara mudah.

Liverpool tampil brilian di Premier League musim lalu dengan meraih 97 poin. Namun, jumlah angka tersebut belum cukup mengantar The Reds meraih gelar juara karena sang rival, Manchester City, berhasil mendulang angka 98.

Musim ini, Liverpool mengawali perjalanan mereka secara impresif dengan menyapu bersih kemenangan dalam empat laga perdana. The Reds pun untuk sementara kukuh di puncak klasemen dengan nilai 12.

Kini, Liverpool tengah menghadapi jadwal padat dengan harus melakoni tujuh laga sebelum para pemain kembali menjalani jeda internasional pada Oktober mendatang.

“Kami ingin terus melaju, dan kami sekarang ingin memenangi setiap laga di depan kami. Ada tujuh laga sebelum jeda internasional selanjutnya,” ujar Van Dijk.

Liverpool ingin memenangi setiap laga, jadi tujuh kemenangan adalah target kami. Itulah yang harus kami coba lakukan,” lanjutnya.

Virgil Van Dijk : Liverpool Miliki Mental Juara

Liverpool Miliki Mental JuaraLebih lanjut, Van Dijk juga meyakini Liverpool memiliki mental juara. Meski begitu, mereka harus bekerja keras untuk bisa memetik kemenangan dalam setiap pertandingan.

“Sangat sulit mengatakan apakah poin yang sama seperti musim lalu kali ini akan cukup (untuk menjadi juara). Jika Anda menang, maka itulah cara satu-satunya yang terpikirkan. Kami menyadari betapa bagusnya Manchester City di Premier League musim ini,” tutur Van Dijk.

“Namun, ada kompetisi lain di mana kami bisa meraih kesuksesan. Beberapa pekan ke depan kami akan bermain pada Sabtu dan Selasa hampir seluruhnya. Dan ada beberapa laga berat,” imbuhnya.

“Jadi kami sadar bakal berat, baik pada periode kali ini maupun pada sisa musim. Namun, kami memiliki mentalitas dan pemain untuk memenangi setiap laga di depan kami,” tegasnya.

Jadwal Lengkap Pekan ke-5 Premier League

Jadwal Lengkap Pekan ke-5 Premier League Manchster United, Arsenal dan Chelsea akan menjadi ‘satronan’ mata para penikmat Premier League, akhir pekan ini. Deretan tim raksasa tersebut sedang menjadi atensi publik setelah tampil kurang bagus pada empat laga awal musim ini.

Sorotan tertajam mengarah ke kubu Chelsea. Manajer Chelsea, Frank Lampard mendapat kritikan tajam setelah anak asuhnya hanya sanggup berada di posisi ke-11 klasemen sementara. Tammy Abraham dkk hanya meraih sekali kemenangan, sekali kalah dan dua seri.

Raihan komposisi tersebut menjadi satu di antara awal buruk Chelsea dalam satu dekade terakhir. Sorotan negatif juga tertuju ke Manchester United dan Tottenham Hotspur. Dua tim yang terbiasa di area big four klasemen sementara tersebut terperosok tak jauh dari Chelsea.

Manchester United berada di peringkat delapan klasemen sementara setelah mengoleksi 5 poin. Tottenham Hotspur tepat berada di bawah Manchester United dengan raihan 5 poin. Dua tim tersebut hanya berbeda selisih gol.

Nasib Berbeda Tim Besar Premier League

Nasib Berbeda Tim Besar Premier League Nasib tiga tim besar tersebut berbeda dengan klub-klub yang lain. Liverpool dan Manchester City masih berada di area puncak. The Reds memimpin klasemen sementara dengan koleksi 12 poin, unggul dua poin dari Manchester City.

Sementara itu, Arsenal berada di peringkat lima setelah mengumpulkan 7 angka. Kejutan terjadi pada awal Premier League 2019-2020 kala dua tim ‘semenjana’, Leicester City dan Crystal Palace, berada di area empat besar.

Leicester City berada di peringkat tiga dengan 8 poin, sedangkan Crystal Palace ada di posisi ke-4 berkat koleksi 7 angka. Performa kedua tim akan membuat pertarungan akhir pekan ini bakal semakin ketat.

Leicester City akan melawat ke markas tim yang ‘sedang sakit’, Manchester United. Kunjungan tersebut akan menjadi pembuktian bagi dua tim. Manchester United ingin bangkit, sedangkan Leicester City ingin menilai kepantasan berada di papan atas.

Laga menarik lainnya adalah Tottenham Hotspur Vs Crystal Palace. Perjumpaan dua tim asal London tersebut bakal memberi gambaran bagaimana dua kubu dengan ciri menyerang yang nyaris sama, akan beradu strategi.

Jika menghitung di atas kertas, Spurs akan menang. Namun, tuan rumah harus mewaspadai performa menawan Palace sepanjang empat pertandingan awal.

Jadwal Lengkap

 Jadwal Lengkap Premier LeagueLaga lain yang tak boleh terlewat adalah duel Teemu Pukki dengan Sergio Aguero. Yup, Pukki akan membantu Norwich City menjebol jala Manchester Ciity. Sementara itu, Aguero ingin menambah pundi-pundi golnya agar tetap bisa melesat sendirin dalam daftar top skorer sementara.

Jadi, bagi Sahabat Bola.com yang ingin menyaksikan laga-laga seru sepak bola Eropa akhir pekan ini, layak menunggu aksi Manchester United dkk. Berikut ini jadwal lengkap pertandingan pekan ke-5 Premier League 2019-2020:

Sabtu, 14 September 2019:

Liverpool Vs Newcastle United

Manchester United Vs Leicester City

Brighton Vs Burnley

Sheffield United Vs Southampton

Tottenham Hotspur Vs Crystal Palace

Wolverhampton Wanderers Vs Chelsea

Norwich Vs Manchester City

Minggu, 15 September 2019:

Bournemouth Vs Everton

Watford Vs Arsenal

Senin, 16 September 2019:

Aston Villa Vs Vs West Ham

Harry Maguire Kapten Masa Depan Manchester United

Harry Maguire Kapten Masa Depan Manchester United Bek Leicester City, Jonny Evans, memprediksi masa depan Harry Maguire di Manchester United. Menurut Evans, Maguire bisa menjadi kapten Manchester United di masa mendatang.

Harry Maguire menjadi pembelian termahal Setan Merah pada bursa transfer musim panas 2019. Manchester United meminang bek Timnas Inggris itu dari Leicester City seharga 80 juta pounds (Rp1,4 triliun).

Maguire bahkan mampu mengalahkan nilai jual bintang Liverpool, Virgil van Dijk, yang menyandang status bek termahal dunia pada 2018.

Harga mahal Maguire sebanding dengan kualitasnya. Setidaknya sejauh ini. Dia mampu membuat manajer Ole Gunnar Solskjaer tertegun saat debutnya di Premier League 2019-2020 bersama Setan Merah.

Kehadiran pemain berusia 26 tahun itu membuat lini pertahanan Manchester United makin solid.

Mengacu pada hal tersebut, Jonny Evans menilai Harry Maguire akan cocok menjadi kapten masa depan Manchester United. Ia juga memprediksi mantan rekan satu timnya itu akan berkarier di Old Traffrord hingga satu dasawarsa ke depan.

“Saya pikir Harry akan berada di United selama delapan, sembilan atau 10 tahun. Ketika sampai pada titik itu, saya pikir orang akan melihat kembali nilai transfernya dan mengatakan itu harga yang murah,” kata Jonny Evans, seperti dilansir Express.

“Saya benar-benar terkesan dengan Harry Maguire. Saya pikir dia akan jadi kesuksesan nyata di United dan dia bisa menjadi kapten di sana, tak ada keraguan tentang itu. Dia pemain yang fantastis dan dia cocok dengan segala yang dibutuhkan United,” tuturnya.

“Tak hanya soal gaya bermainnya, melainkan juga bagaimana ia berperilaku di luar lapangan dan kepribadiannya yang dapat ia bawa ke lapangan,” imbuh Evans.

Harry Maguire Reuni Dengan Leicester City

Reuni Dengan Leicester City Di sisi lain, Manchester United akan menjamu Leicester City di Stadion Old Trafford, Sabtu (14/9/2019). Pertandingan ini akan menjadi kesempatan reuni bagi Harry Maguire dengan bekas rekan-rekannya di The Foxes.

Masih menurut Jonny Evans, Harry Maguire bakal canggung saat melawan Leicester. Pasalnya, bek bernomor lima di Old Trafford itu memiliki kepribadian yang baik saat masih berkarier di Stadion King Power.

“Dia memiliki kiprah yang luar biasa di Leicester dan sangat dekat dengan kami semua, jadi saya yakin itu akan menjadi pertemuan yang canggung baginya, bermain melawan kami,” ucap Evans.

Messi Respons Ajakan Makan Malam Cristiano Ronaldo

Messi respons Ajakan Makan Malam Cristiano Ronaldo Bintang Barcelona, Lionel Messi, memberikan jawaban terkait ajakan makan malam yang sempat dilontarkan Cristiano Ronaldo pada bulan lalu. Striker Juventus itu penasaran ingin menjalin pertemanan di luar lapangan dengan mengajak Messi dinner.

Lionel Messi mengaku tak menjalin pertemanan dengan Ronaldo, kendati kerap bertemu di beberapa momen.

Setidaknya satu dekade terakhir, Messi dan Ronaldo terlibat persaingan. Keduanya merupakan dua pesepak bola terhebat di dunia saat ini, yang kerap jadi bahan perdebatan; siapa yang di antara keduanya yang lebih hebat.

“Saya selalu mengatakan bahwa saya tidak memiliki masalah dengannya. Kami mungkin tidak berteman karena kami tidak pernah berbagi ruang ganti bersama, tapi saya selalu melihatnya di acara penghargaan, dan tidak ada masalah. Kami sebenarnya berbicara satu sama lain untuk waktu yang cukup lama di acara terbaru,” kata Messi, dilansir dari Sport English, Kamis (12/9/2019).

“Saya tidak tahu apakah akan ada makan malam karena saya tidak tahu apakah kami akan bersua untuk alasan jelas, masing-masing dari kami memiliki kehidupan dan komitmen sendiri. Tapi, jelas saya akan menerima undangan itu,” imbuh Lionel Messi.

Pujian dari Cristiano Ronaldo

Pujian dari Cristiano Ronaldo Dalam acara terakhir di mana keduanya berjumpa, yakni saat pengundian Liga Champions 2019-2020, Cristiano Ronaldo mengakui kualitas Lionel Messi dalam mengolah si kulit bundar.

Keduanya saat itu duduk di baris terdepan, lantaran bersaing memperebutkan gelar Pemain Terbaik Eropa 2018-2019 bersama bek Liverpool, Virgil va Dijk.

Dalam sebuah wawancara dalam acara itu, Ronaldo mengajak Messi untuk makan malam bersama. Ronaldo juga memberikan pujian untuk striker Barcelona tersebut. Bagi CR7, rivalitasnya dengan La Pulga adalah persaingan yang sehat.

“Saya tidak meragukannya lagi, Messi telah membuat saya menjadi pemain yang lebih baik, begitupun sebaliknya,” kata Ronaldo.

“Saya sangat mengagumi karier Messi. Dia pernah bicara kekecewaannya ketika saya meninggalkan Spanyol karena itu merupakan rivalitas yang amat saya apresiasi,” imbuhnya.