Hasil Pertandingan La Liga: Barcelona Berpesta Goll

Hasil Pertandingan La Liga: Barcelona Berpesta GollLima pertandingan La Liga jornada kedelapan digelar pada Minggu (6/10/2019) malam WIB. Dari lima pertandingan tersebut, Atletico Madrid tertahan di kandang Real Valladolid yang membuat posisi mereka di klasemen harus tergeser oleh Barcelona yang berpesta gol saat menjamu Sevilla di Camp Nou.

Mallorca kontra Espanyol menjadi pembuka rangkaian pertandingan La Liga pada Minggu (6/10/2019) malam WIB. Tim tuan rumah sukses menang 2-0 atas Espanyol lewat gol yang dicetak Ante Budimir pada menit ke-37 dan Salva Sevilla pada menit ke-73.

Sementara itu, Celta Vigo meraih tiga poin di depan pendukungnya lewat kemenangan tipis 1-0 atas Athletic Bilbao. Iago Aspas menjadi pahlawan kemenangan Celta Vigo pada pertandingan kali ini.

Atletico Madrid yang bertandang ke markas Real Valladolid harus puas pulang dengan satu poin. Kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang pertandingan. Sementara Getafe pulang dari markas Real Sociedad dengan membawa tiga poin berkat kemenangan 2-1.

Tertahannya Atletico Madrid dimaksimalkan dengan baik oleh Barcelona. Blaugrana yang menjamu Sevilla di Camp Nou sukses berpesta dengan kemenangan telak 4-0.

Luis Suarez membuka pesta gol Barcelona pada menit ke-27 yang dilanjutkan dengan gol Arturo Vidal pada menit ke-32 dan Ousmane Dembele pada menit ke-35. Unggul 3-0 setelah babak pertama usai, Barcelona memastikan kemenangan 4-0 dengan tambahan gol Lionel Messi pada menit ke-78.

Kemenangan ini sekaligus memastikan Barcelona menggeser Atletico Madrid dari peringkat kedua dalam klasemen sementara La Liga. Barcelona kini mengoleksi 16 poin, unggul satu poin dari Atletico Madrid yang berada di peringkat ketiga, dan tertinggal dua poin dari rival abadinya, Real Madrid yang berada di puncak klasemen sementara.

Hasil Pertandingan La Liga

Mallorca 2-0 Espanyol

(Ante Budimir 37′, Salva Sevilla 73′)

Celta Vigo 1-0 Athletic Bilbao

(Iago Aspas 74′)

Real Valladolid 0-0 Atletico Madrid

Real Sociedad 1-2 Getafe

(Mikel Merino 5′ | Mata 69′, Nemanja Maksimovic 89′)

Barcelona 4-0 Sevilla

(Luis Suarez 27′, Arturo Vidal 32′, Ousmane Dembele 35′, Lionel Messi 78′)

Hasil Pertandingan Serie A: Derbi Italia Milik Juventus

Hasil Pertandingan Serie A: Derbi Italia Milik JuventusLima pertandingan Serie A giornata ketujuh digelar pada Minggu (6/10/2019) malam WIB. Lima laga tersebut digelar dan ditutup dengan kemenangan Juventus atas Inter Milan dalam laga bertajuk Derbi d’Italia.

Rangkaian pertandingan Serie A pada Minggu (6/10/2019) malam dimulai dengan laga antara Fiorentina dan Udinese di Stadion Artemio Franchi, Firenze. Fiorentina berhasil meraih tiga poin berkat gol tunggal Nikola Milenkovic pada menit ke-72.

Sementara itu, Atalanta yang menjamu Lecce di Gewiss Stadium pun meraih tiga poin lewat kemenangan 3-1. Daniel Zapata, Alejandro Gomez, dan Robin Gosens membawa tim tuan rumah unggul tiga gol tanpa balas hingga akhirnya Fabio Lucioni mencetak gol hiburan untuk Lecce pada empat menit sebelum pertandingan selesai.

Hasil imbang harus diterima oleh dua klub ibu kota Italia, Lazio dan AS Roma. Lazio yang bertandang ke Stadio Renato Dall’Ara harus berbagi poin dengan Bologna setelah bermain imbang 2-2. Sementara itu, AS Roma bermain imbang 1-1 dengan Cagliari di Stadion Olimpico Roma.

Lazio harus dua kali tertinggal lebih dulu dari tim tuan rumah sebelum akhirnya dua kali pula menyamakan kedudukan. Bologna membuka keunggulan lewat Ladislav Krejci pada menit ke-21 yang langsung disamakan oleh Ciro Immobile pada menit ke-23. Rodrigo Palacio membawa Bologna unggul 2-1 pada menit ke-31, tapi Ciro Immobile kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-39.

Sementara itu, AS Roma harus tertinggal lebih dulu dari tamunya ketika Cagliari mendapatkan penalti pada menit ke-26 dan dieksekusi dengan baik oleh Joao Pedro. AS Roma menyamakan kedudukan hanya dalam waktu lima menit, yaitu lewat gol bunuh diri Luca Ceppitelli.

Seperti halnya dua klub ibu kota Italia yang harus berbagi poin dengan lawan-lawannya, satu pertandingan lain juga berakhir imbang, yaitu antara Torino dan Napoli. Kedua tim berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol sepanjang pertandingan.

Rangkaian pertandingan Serie A

Rangkaian pertandingan Serie AMinggu malam ditutup dengan laga bertajuk Derby d’Italia yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, markas Inter Milan. Kendati berstatus sebagai tim tamu, Juventus berhasil menjadi pemenang dalam laga tersebut.

Paulo Dybala langsung membawa tim tamu unggul hanya dalam waktu empat menit pertandingan berjalan. Inter Milan sempat menyamakan kedudukan lewat titik putih, di mana Lautaro Martines melakukan eksekusi dengan baik. Namun, Gonzalo Higuain memastikan Juventus pulang dengan tiga poin lewat gol yang dicetaknya pada menit ke-80.

Kemenangan Juventus dalam Derby d’Italia tak hanya membuat La Vecchia Signora memenangi gengsi, terutama karena laga digelar di kandang Inter Milan. Namun, Juventus juga berhasil mengudeta posisi puncak klasemen Serie A dengan 19 poin, menggeser Inter Milan yang kini berada di peringkat kedua dengan hanya terpaut satu poin.

Hasil Pertandingan

Fiorentina 1-0 Udinese

(Nikola Milenkovic 72′)

Atalanta 3-1 Lecce

(Daniel Zapata 35′, Alejandro Gomez 40′, Robin Gosens 56′ | Fabio Lucioni 86′)

Bologna 2-2 Lazio

(Ladislav Krejci 21′, Rodrigo Palacio 31′ | Ciro Immobile 23′, 39′)

AS Roma 1-1 Cagliari

(Luca Ceppitelli 31′-OG | Joao Pedro 26′-pen)

Torino 0-0 Napoli

Inter Milan 1-2 Juventus

(Lautaro Martines 18′-pen | Paulo Dybala 4′, Gonzalo Higuain 80′)

Kalah dari Newcastle, MU Perpanjang Tren Minor

Kalah dari Newcastle, MU Perpanjang Tren MinorManchester United menelan kekalahan 0-1 dari Newcastle United pada laga pekan kedelapan Premier League, di St James’ Park, Minggu (6/10/2019) malam WIB.

Hasil ini membuat MU memperpanjang tren minor dalam tiga laga terakhir di Premier League musim ini. Sebelumnya, mereka kalah 0-2 dari West Ham United dan ditahan 1-1 Arsenal.

Alhasil, Manchester United tetap berada di peringkat 12 klasemen sementara liga dengan nilai sembilan. Mereka tertinggal 12 poin dari Liverpool yang berada di posisi teratas.

Di sisi lain, Newcastle berhasil meraih kemenangan perdana di Premier League, setelah dalam empat laga sebelumnya menelan dua kekalahan dan dua hasil imbang. Mereka pun kini menempati peringkat 16 dengan mendulang delapan angka.

Tampil di kandang lawan, MU bermain menekan sejak bola digulirkan. Akan tetapi, rapatnya barisan belakang The Magpies membuat serangan Manchester United selalu kandas.

Pada menit ke-28, Matthew Longstaff memperoleh peluang untuk membawa Newcastle United memimpin. Akan tetapi, bola hasil tembakan Longstaff dari luar kotak penalti masih menerpa mistar gawang.

The Red Devils baru memperoleh peluang bagus pada menit ke-41. Sayangnya, upaya Andreas Pereira untuk membawa Manchester United memimpin digagalkan kiper Newcastle, Martin Dubravka. Sampai turun minum, skor 0-0 tetap bertahan.

Babak Kedua Newcastle Mampu Mencetak Goll

Babak Kedua Newcastle Mampu Mencetak GollMasuk paruh kedua, MU masih menguasai jalannya pertandingan. Peluang bagus didapat Harry Maguire pada menit ke-55 dan Daniel James menit ke-59.

Namun, bola hasil sundulan Maguire masih melenceng tipis dari sasaran, sedangkan bola hasil tendangan kaki kanan James dihentikan penjaga gawang.

Pada menit ke-72, pendukung Newcastle United bergemuruh menyambut gol yang disarangkan Matthew Longstaff. Umpan dari Jetro Willems mampu dikonversikan Longstaff menjadi gol dengan tembakan kaki kanan.

Tertinggal satu gol, Manchester United semakin gencar menekan pertahanan Newcastle United. Namun sampai laga berakhir, skor 1-0 untuk kemenangan The Magpies tetap bertahan.

Susunan pemain:

Newcastle United (5-4-1): 1-Martin Dubravka; 22-DeAndre Yedlin, 6-Jamaal Lascelles, 2-Ciaran Clark, 5-Fabian Schar, 15-Jetro Willems; 24-Miguel Almiron (17-Emil Krafth 90′), 36-Sean Longstaff, 43-Matthew Longstaff, 10-Allan Saint-Maximin (30-Christian Atsu 83′); 9-Joelinton (7-Andy Carroll 56′)

Manajer : Steve Bruce (Inggris)

Manchester United (4-2-3-1): 1-David De Gea; 20-Diogo Dalot (16-Marcos Rojo 60′), 5-Harry Maguire, 38-Axel Tuanzebe, 18-Ashley Young (44-Tahith Chong 86′); 39-Scott McTominay, 17-Fred; 15-Andreas Pereira, 8-Juan Mata (26-Mason Greenwood 66′), 21-Daniel James; 10-Marcus Rashford.

Manajer : Ole Gunnar Solskjaer (Norwegia)

Wasit : Mike Dean

5 Striker Paling Buas di Liga Champions 2019-2020

5 Striker Paling Buas di Liga Champions 2019-2020Striker Paling Buas Liga Champions 2019 – 2020. Semua pemain di dunia mendambakan bermain di Liga Champions. Turnamen yang dibentuk tahun 1992 tersebut merupakan rumah bagi pemain-pemain terbaik dunia.

Pemain-pemain yang masuk ke dalam skuat sebuah tim memiliki posisinya masing-masing. Namun, posisi striker utama dianggap paling vital karena menjadi penentu kemenangan sebuah tim.

Peran dari seorang penyerang sangat penting bagi sebuah klub. Mencetak gol merupakan tugas utama bagi seorang striker.

Nama-nama seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, bahkan Mohamed Salah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam mencetak gol. Namun, mereka tidak berposisi sebagai striker utama sehingga tidak masuk ke dalam hitungan 5 Striker Paling Buas di Liga Champions.

Harry Kane, Striker Paling Buas

Harry Kane, Striker Paling BuasTottenham Hotspur (17 laga, 13 gol)

Nama pertama muncul dari daratan negeri Ratu Elisabeth, yaitu Harry Kane yg menjadi salah satu Striker Paling Buas di liga Champions. Bomber Inggris tersebut merupakan pliar penting bagi kesuksesan Tottenham Hotspur hingga saat ini. Kane memiliki akurasi tendangan yang mematikan dan mampu menempatkan posisi dengan baik. Kane juga tenang dalam menghadapi duel satu lawan satu dengan kiper lawan.

Striker Paling Buas, Sergio Aguero

Striker Paling Buas, Sergio Aguero
Manchester City (68 laga, 37 gol)

Sergio Aguero adalah salah satu mesin gol Manchester City. Sejak didatangkan dari Atletico Madrid, dirinya mampu membawa kejayaan bagi The Citizens. Sejumlah trofi sudah dihadirkan pemain Argentina itu bagi klub yang bermarkas di kota Manchester. Memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi, tetapi Aguero mampu bersaing dengan striker lainnya. Penempatan posisi yang baik serta memiliki tendangan yang mematikan menjadi andalan Aguero.

Karim Benzema

Karim Benzema, Striker Paling BuasReal Madrid (113 laga, 60 gol)

Karim Benzema masuk ke dalam jajaran striker terbaik dalam sejarah Liga Champions. Bomber Prancis tersebut menjadi mesin gol sejak kepergian Ronaldo dari Real Madrid. Benzema memiliki kedua kaki yang mematikan, penempatan posisi yang cukup baik, serta mampu melihat peluang. Hingga saat ini, Benzema sudah mempersembahkan empat gelar Liga Champions.

Roberto Firmino

Striker Paling Buas, Roberto Firmino Liverpool (26 laga, 14 gol)

Musim lalu, Roberto Firmino menjadi sosok penting bagi kembalinya trofi Liga Champions ke Anfield. Sejak didatangkan dari Hoffenheim, bomber asal Brasil tersebut terus menunjukan grafik permainan yang meningkat di setiap musimnya. Firmino memiliki pergerakan yang sulit ditebak, penguasaan bola yang baik, serta sepakan mematikan di depan gawang. Kini, Firmino memiliki tugas berat untuk mempertahankan trofi Si Kuping Besar bersama The Reds.

Robert Lewandowski

Robert Lewandowski, Striker Paling BuasBayern Munchen (81 laga, 54 gol)

Nama terakhir yang mengisi daftar striker utama mematikan adalah Robert Lewandowski. Bomber asal Polandia tersebut menunjukan performa bagusnya walau sudah mulai memasuki usia kepala tiga. Pergerakan yang sukar ditebak, penempatan posisi yang bagus dan ganas di depan gawang menjadi nilai plus yang dimiliki Lewandowski. Dwigolnya ke gawang Tottenham Hotspur menjadi bukti bahwa dirinya masih garang di depan jala lawan. (Tegar Juel)

Nasib Zinedine Zidane Tergantung Hasil Duel El Clasico

Nasib Zinedine Zidane Tergantung Hasil Duel El ClasicoMasa depan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dilaporkan akan ditentukan hasil pertandingan El Clasico melawan Barcelona di Camp Nou pada 26 Oktober 2019 mendatang. Nasib Zidane bisa berlanjut jika dia dapat memenangkan laga bertajuk El Clasico itu.

Seperti diketahui, pelatih asal Prancis itu, bergabung kembali dengan Real Madrid pada bulan Maret lalu. Untuk sementara ini Zidane sukses membawa Madrid ke puncak La Liga, dan Los Blancos jadi satu-satunya tim yang tidak kehilangan satu pertandingan sejauh ini.

amun, kekalahan 0-3 dari Paris Saint-Germain diikuti hasil imbang 2-2 di kandang melawan Club Brugge di ajang Liga Champions, membuat klub langsung memberi tekanan pada mantan gelandang Los Blancos ini.

Menurut sebuah laporan dari Spanyol, Presiden Real Madrid Florentino Perez, akan menentukan masa depan Zinedine Zidane berdasarkan bagaimana timnya tampil melawan Barcelona.

El Clasico : Apakah Zinedine Zidane Bakal di Pecat Seperti Jose Mourinho

El Clasico : Apakah Zinedine Zidane Bakal di Pecat Seperti Jose MourinhoDikatakan bahwa Perez telah melakukan kontak dengan Jose Mourinho, yang pernah bertanggung jawab di Bernabeu antara 2010 dan 2013. Nama, Mourinho selama beberapa minggu terakhir selalu dikaitkan dengan kemungkinan melangkah ke posisi itu.

Pria berusia 55 tahun itu kehilangan pekerjaan sejak dipecat oleh Manchester United pada Desember 2018. Hingga kini dikabarkan Mourinho belum menerima pekerjaan menangani klub manapun.

Sebelumnya, Zidane percaya diri Real Madrid bakal meraih sukses musim ini. “Apa yang berubah? Saya rasa tidak ada. Ini adalah proses dari perkembangan skuat Real Madrid,” ujar Zidane.

“Kami selalu percaya kalau kerja keras akan membuahkan hasil. Saya yakin kalau kami bisa meraih banyak hal pada musim ini.”

Liga Europa : The Gunners Hancurkan Standard Liege

Liga Europa : The Gunners Hancurkan Standard Liege The Gunners mengantungi kemenangan telak di matchday kedua Liga Europa 2019-2020 yang dihelat Jumat (4/10/2019), dini hari WIB. The Gunners mencukur Standard Liege empat gol tanpa balas dengan Gabriel Martinelli membuat dua gol.

Pada laga ini manajer Arsenal, Unai Emery merotasi tim. Pemain yang biasa jadi cadangan dan beberapa pemain muda mendapat kesempatan untuk turun sejak menit pertama.

Meski hanya memainkan tim lapis kedua, Arsenal tetap tampil menawan sejak awal. Meriam London cuma butuh 13 menit saja untuk membuka keunggulan melalui sundulan Gabriel Martinelli yang menanduk umpan silang Kieran Tierney.

Tiga menit kemudian, Martinelli melesakkan gol kedua. Bola liar kemelut di kotak penalti Liege langsung disambar Martinelli dengan tendangan melengkung ke tiang jauh.

Arsenal makin menggila di menit 22. Mereka unggul 3-0. Bola sepakan Nelson mental ke kaki Joe Willock. Dengan tenang Willock menceploskan bola ke gawang Liege.

Setelah unggul tiga gol, Arsenal sedikit mengendurkan serangan. Tak ada gol lagi yang tercipta hingga turun minum.

Babak Kedua Menambah Ke Unggulan The Gunners

Babak Kedua Menambah Ke Unggulan The GunnersArsenal menambah satu gol lagi pada menit 57. Kali ini Dani Ceballos yang mencatatkan namanya di papan skor. Ceballos menyambar umpan dari Martinelli di mulut gawang.

Walau sudah unggul telak empat gol, Emery nampaknya ingin menambah gol. Nicolas Pepe dan Pierre Emerick Aubameyang pun dimainkan di babak kedua.

Aubemeyang nyaris ikut mencetak gol di menit akhir. Akan tetapi tembakan eks pemain Borussia Dortmund itu masih melebar.

Martinelli hampir mencetak hattrick di akhir pertandingan. Akan tetapi pemuda Brasil itu gagal menanduk dengan sempurna umpan silang Aubameyang.

Ole Gunnar Solskjaer: MU Tak Sekuat di Era 1990-an

Ole Gunnar Solskjaer: MU Tak Sekuat di Era 1990-anManajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui timnya kini tak lagi menakutkan seperti di era 1990-an. Menurut pria asal Norwegia itu, butuh waktu bagi Setan Merah untuk bisa seperti dulu.

Manchester United sangat kuat di era 1990-an. Puncaknya adalah ketika meraih treble di tahun 1999. Solskjaer menjadi bagian dari tim tersebut.

“Kita bukan lagi di tahun 1990-an. Ini era yang berbeda, kelompok berbeda yang sedang kami bangun. Kami tahu akan ada pasang surut. Saya siap melihat anak-anak ini berkembang,” kata Solskjaer di Soccerway.

“Saya tidak tahu apa yang lawan pikirkan tentang kami. Kami hanya tahu kadang-kadang ketika Anda keluar dari pertandingan, kami tidak selalu melakukan hal-hal buruk di sini.”

“Terkadang ada celah. Saya sudah merasakan itu beberapa kali, tetapi tidak terlalu sering. Saya tidak bisa memikirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang kami. Manchester United perlu berkembang dan itulah yang harus kami lakukan.”

Ole Gunnar Solskjaer Orbitkan Pemain Muda

Ole Gunnar Solskjaer Orbitkan Pemain MudaSolskjaer juga mengaku akan mempertahankan filosofinya dengan banyak mengorbitkan pemain muda.

“Tidak banyak klub dengan status kami yang memainkan pemain muda sebanyak kami. Mereka punya peluang untuk masuk tim utama dan kami yakin beberapa di antaranya akan menjadi bagian dari tim yang sukses,” Solskjaer menambahkan.

Manchester United kini berada di peringkat 10 klasemen Liga Inggris. Setan Merah mengoleksi sembilan poin dari tujuh pertandingan.

Tergusur Starting XI Chelsea, Olivier Giroud Tetap Sabar

Tergusur Starting XI Chelsea, Olivier Giroud Tetap SabarPenyerang Timnas Prancis, Olivier Giroud, mulai tergusur dari tim inti Chelsea. Dia kalah bersaing dengan Tammy Abraham yang lebih sering dimainkan oleh manajer The Blues, Frank Lampard.

Giroud hanya tampil selama 191 menit untuk Chelsea pada musim ini. Pemain berusia 33 tahun itu beberapa kali duduk dibangku cadangan, dan juga absen akibat cedera.

Selain itu, Olivier Giroud menjadi jarang tampil karena Tammy Abraham mampu bermain apik saat menghuni pos di lini depan. Sejauh ini, Abraham sudah mendulang delapan gol plus satu assist dari 10 pertandingan di seluruh ajang.

Giroud tak membantah, situasi ini memang sulit bagi dirinya. Namun, mantan pemain Arsenal itu akan terus berlatih dan berusaha keras, demi mendapat kepercayaan Lampard untuk tampil sejak menit awal.

“Saya baik-baik saja, saya sudah pernah mengalami masa-masa sulit. Sekarang bukanlah situasi yang ideal,” ucap Giroud kepada L’Equipe via Metro.

“Saat ini, Tammy sedang melaju kencang. Dengar, sulit menggantikan striker ketika dia sedang sukses. Saya sabar. Saya bekerja keras pada sesi latihan. Anda harus menjaga pola pikir positif. Chelsea masih akan memainkan banyak pertandingan,” sambungnya.

Olivier Giroud Menghormati Keputusan Lampard

Olivier Giroud Menghormati Keputusan LampardSelain itu, Giroud menghargai keputusan Frank Lampard yang lebih memercayai Tammy Abraham. Dia percaya yang paling penting adalah kemenangan tim dan laju di kompetisi.

“Pekan lalu, saya melewatkan tiga pertandingan karena virus penyakit yang memaksa saya berbaring. Sekarang saya sudah merasa lebih baik,” lanjut Giroud.

“Pelatih lebih senang memainkan Tammy. Itu baik untuk tim. Dia membuat kami ingin terus bekerja keras dan berjuang di kompetisi,” lanjutnya.

Gonzalo Higuain : Juventus Tunjukkan Kemampuan nya

Gonzalo Higuain : Juventus Tunjukkan Kemampuan nyaPemain Juventus, Gonzalo Higuain, menyatakan kalau timnya mulai terbiasa dengan strategi yang diterapkan Maurizio Sarri. Hal itu ia katakan setelah Juventus meraih kemenangan atas Bayer Leverkusen di Liga Champions.

Juventus meraih kemenangan dengan skor 3-0. Gol Juventus pada laga tersebut dicetak oleh Higuain, Federico Bernardeschi dan Cristiano Ronaldo.

Hasil itu membangkitkan semangat Juventus yang gagal menang pada Matchday-1 saat menghadapi Atletico Madrid.

“Kemenangan atas Bayer Leverkusen adalah hasil yang penting setelah kami bermain imbang di Madrid. Kami yakin bisa melaju ke fase knockout,” ujar Higuain.

“Juventus menunjukkan determinasi yang tinggi. Saya senang dengan cara kami bermain pada laga tersebut.”

“Selain itu, saya juga menyumbang gol. Jadi, ini akan menjadi motivasi yang hebat untuk saya dan tim.”

“Kami akan beristirahat dan menyiapkan untuk laga berikutnya. Kami akan menghadapi laga besar di Serie A,” ungkap Higuain.

Pada laga berikutnya, Juventus akan menghadapi Inter Milan di Serie A. Laga tersebut akan sarat dengan emosi karena faktor rivalitas antara dua klub tersebut.

Gonzalo Higuain Ajang Pembuktian Diri

Gonzalo Higuain Ajang Pembuktian DiriKehadiran Gonzalo Higuain di Juventus sempat mendapat tentangan. Higuian dianggap tidak layak untuk dijadikan sebagai ujung tombak klub tersebut.

Namun, kegagalan Juventus mencari klub peminat membuat Higuain bertahan di klub tersebut. Hal itu membuat Higuain berusaha keras untuk membangkitkan performanya.

“Saya kembali ke sini dengan determinasi yang sangat tinggi. harus memberikan pembuktian diri.”

“Saya akan membuktikan kalau saya pantas bertahan di Juventus dan bisa memenuhi harapan manajemen dan suporter,” ungkap Higuain.

Penyesalan Terbesar dalam Karier Claudio Marchisio

Penyesalan Terbesar dalam Karier Claudio MarchisioMantan bintang Juventus, Claudio Marchisio, memiliki dua penyesalan terbesar dalam kariernya, yaitu gagal menjadi juara Liga Champions bersama Juventus dan gagal menjadi juara Piala Eropa 2012 bersama Italia.

Claudio Marchisio memutuskan untuk gantung sepatu pada Kamis (3/10/2019). Hal tersebut menjadi akhir dari 19 tahun perjalananya sebagai pesepak bola profesional.

Marchisio merupakan produk akademi Juventus. Ia bergabung ke klub tersebut pada 1993, ketika masih berusia 7 tahun.

Ia menembus skuat utama Juventus pada 2005. Namun, sempat menjalani masa peminjaman selama satu musim di Empoli, yaitu pada musim 2007-08.

Marchisio merupakan satu di antara produk terbaik dari akademi Juventus. Ia sempat digadang-gadang untuk menjadi suksesor Alessandro Del Piero di klub tersebut.

Namun, Marchisio harus berjuang melawan cedera yang kerap menimpanya. Cedera tersebut membuat Marchisio gagal memaksimalkan potensi kariernya bersama Juventus.

Pada 2018, Marchisio yang tak mendapat jaminan bermain, memutuskan untuk mengakhiri kebersamannya dengan Juventus. Ia hengkang ke Rusia dan bergabung ke Zenit Saint Petersburg.

Menandatangani kontrak untuk dua tahun, Claudio Marchisio hanya bertahan di klub tersebut selama satu tahun. Ia memutus kontraknya dan kembali ke Italia, hingga membuat keputusan untuk pensiun pada usia 33 tahun.

Penyesalan Terbesar Claudio Marchisio

Penyesalan Terbesar Claudio Marchisio“Saya memutuskan untuk pensiun, saya rasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengumumkan hal tersebut,” ujar Marchisio.

“Saya belum tahu apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Namun, keluarga saya selalu meyakinkan untuk tidak takut dalam menghadapi masa depan.”

“Penyesalan terbesar saya selama berkarier adalah tidak menjuarai Liga Champions bersama Juventus dan Piala Eropa bersama Italia.”

“Jika bisa mengulang waktu, saya ingin kembali ke dua final tersebut dan mengubah hasil akhir,” ungkap Marchisio.